The Seven Kingdoms: Peta Muslihat 2018

Bulir-bulir cinta yang tumbuh dalam diri Daenerys Targaryen dan Jon Snow telah menjerumuskan mereka dalam perseranjangan tabu. Mereka terikat dalam pertalian darah: bibi dan ponakan. Continue reading “The Seven Kingdoms: Peta Muslihat 2018”

Advertisements

Bukan Fundamentalisme yang Menguat

Dimuat geotimes.co.id, 24 Juni 2017.

Setelah Pilkada DKI Jakarta 2017, muncul perbincangan publik mengenai dugaan semakin menguatkan kelompok anti-demokrasi berbasis agama. Demokrasi dianggap berada di dalam ancaman menyusul semakin solidnya kelompok fundamentalis. Hasil Pilkada DKI Jakarta ditengarai sebagai kemenangan kelompok tersebut.

Kesimpulan ini muncul menyusul beberapa praktik intimidasi dalam proses pilkada, antara lain bertebarannya spanduk-spanduk tentang larangan memilih pemimpin berbeda agama, bahkan ancaman tidak menyalatkan jenazah pendukung calon lain agama. Kampanye dengan menggunakan rumah ibadah dalam acara-acara peribadatan rutin menambah besar kekhawatiran tersebut. Continue reading “Bukan Fundamentalisme yang Menguat”

Akal Pikiran

​Akal pikiran adalah anugerah paling agung yang dimiliki oleh manusia. Hendaknya akal pikiran itu digunakan dalam segala aktivitas, termasuk dalam hal beragama. Menurut A. Hassan, orang yang mendekati agama tanpa menggunakan akal pikiran adalah sama dengan orang-orang munafik. Semoga kita terhindar dari perilaku semacam itu.

Saidiman Ahmad

#Sejuk1Menit

Tauhid yang Membebaskan

Kebebasan dan Demokrasi Kebablasan

Dimuat Kompas, 16 Maret 2017, h. 7.

Presiden Joko Widodo menyatakan, demokrasi di Indonesia saat ini sudah kebablasan. Pernyataan dalam pidato saat pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (22/2) itu menjadi perbincangan publik.

Demokrasi dianggap sudah sampai ke titik maksimal, bahkan melampauinya. Karena itu, yang terjadi adalah kondisi demokrasi yang tidak ideal atau bahkan kekacauan. Apakah kesimpulan ini memiliki dasar teoretis dan mencerminkan pendapat umum? Continue reading “Kebebasan dan Demokrasi Kebablasan”

Ahok-Djarot Unggul di Semua Debat Publik

Survei terakhir yang diadalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan pasangan Basuki Tjahaya Purnama – Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin dukungan publik dengan 34,8 persen suara jika Pilkada dilakukan sekarang. Urutan kedua ditempati pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno dengan perolehan suara 26,4 persen. Sementara posisi terbawah kini ditempati Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dengan 22,5 persen suara.

Hasil survei ini menunjukkan pilihan warga DKI Jakarta bergerak dinamis. Ahok-Djarot menunjukkan peningkatan signifikan dibanding survei sebulan sebelumnya. Sebaliknya, dukungan pada Agus-Sylvi mengalami penyusutan yang cukup dalam. Sementara dukungan publik pada Anies-Sandi relatif stabil dengan peningkatan yang tidak cukup signifikan.

Debat publik menjadi faktor utama yang dinilai berperan paling penting dalam perubahan pilihan warga DKI pada Pilkada DKI Jakarta menjelang hari pemilihan. Demikian salah satu kesimpulan dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada 27 Januari 2017 itu. Secara keseluruhan, 88 persen publik DKI menilai debat kandidat penting atau sangat penting untuk mengetahui dan menilai program kerja calon gubernur-wakil gubernur Ibukota Jakarta. Continue reading “Ahok-Djarot Unggul di Semua Debat Publik”

Ahok-Djarot Pilihan Perempuan Jakarta

Lapangan bola di RT 10/01, Jl. Benda, Ciganjur, Jagakarsa mendadak meriah pagi itu. Warga berdatangan dari empat kelurahan di Jakarta Selatan. Mereka antara lain berasal dari kelurahan Ciganjur, Srenseng Sawah, Cipedak dan Jagakarsa. Pagi itu mereka menggelar acara swadaya bernama ‘Lomba Senam Perempuan Antar-Kelurahan”.

Ada dua ratus lima puluh peserta yang hadir secara sukarela. Tujuan utama mereka satu, menegaskan pilihan pada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang terbukti telah melakukan kerja nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Nuraini, penanggung-jawab acara, secara tegas menyatakan bahwa acara itu bertujuan untuk “mengingatkan dan meyakinkan perempuan akan program kerakyatan yang sudah dilakukan dan akan terus dilakukan pasangan Ahok dan Djarot.” Continue reading “Ahok-Djarot Pilihan Perempuan Jakarta”

Publik DKI Menilai Relokasi Mensejahterakan Warga Miskin

Salah satu isu yang dipakai para penantang Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah soal relokasi. Agus Yudhoyono menyatakan bahwa relokasi bukan satu-satunya solusi. Dalam sebuah kesempatan, dia bahkan menyebut bahwa ada banyak kota yang dibangun dengan sistem terapung.

Sementara Anies Baswedan berkali-kali menegaskan penolakannya pada relokasi. Dalam debat pertama, 13 Januari 2017, Anies menyebut soal komitmen untuk tidak melakukan relokasi warga seperti yang terjadi di era gubernur DKI Jakarta periode ini.

Yang menarik adalah bahwa meskipun dijadikan senjata oleh pihak penantang untuk menyerang petahana, isu relokasi di tengah masyarakat ternyata tidak negatif. Dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis 25 Januari 2017, mayoritas warga DKI justru memandang program relokasi adalah bentuk upaya gubernur mensejahterakan warga miskin. 56 persen publik DKI menilai relokasi adalah upaya Gubernur mensejahterakan warga miskin. Angka ini naik 2 persen dari survei yang diselenggarakan sebulan sebelumnya. Continue reading “Publik DKI Menilai Relokasi Mensejahterakan Warga Miskin”

Ahok-Djarot di Jalur Kemenangan

Basuki Tjahaya Purnama – Djarot Saiful Hidayat memantapkan diri sebagai kandidat yang paling potensial memenangi pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017. Kesimpulan ini muncul dari hasil survei mutakhir Indikator Politik Indonesia yang dirilis hari ini, 25 Januari 2017.

Pada survei itu, pasangan Ahok-Djarot mengantongi suara 38,2 persen, jauh mengungguli dua pasangan penantang, Agus-Sylvi dan Anies-Sandi. Kedua pasangan penantang ini bersaing ketat di angka 23,6 persen untuk Agus dan 23,8 persen untuk Anies. Jarak dua pasangan ini terlalu kecil sehingga tidak bisa dijelaskan mana di antara mereka yang unggul dari yang lain secara statistik. Continue reading “Ahok-Djarot di Jalur Kemenangan”

Mimpi Ahok di Kepulauan Seribu

Menarik membicarakan perhatian Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama, pada Kepulauan Seribu. Wilayah ini lama tak tersentuh pembangunan. Penduduknya hanya sekitar 3 % dari total populasi DKI Jakarta. Dalam hitung-hitungan politik biasa, perhatian Ahok ke wilayah itu kurang memberi dampak elektoral secara langsung.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak memandang sebelah mata wilayah ini. Di sini yang berlaku bukan kalkulasi politik electoral biasa, tapi pembangunan Jakarta secara menyeluruh. Kepulauan Seribu adalah bagian integral dari provinsi ini, bahkan memegang peranan yang sangat krusial dalam sukses pembangunan Jakarta di masa depan. Ahok memiliki mimpi besar di Kepulauan Seribu. Continue reading “Mimpi Ahok di Kepulauan Seribu”