2c7fcb00-cb4f-4058-9a74-35be94418293_43

Ahok Belum Tergoyahkan

Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan publik Jakarta masih dominan mengunggulkan Basuki Cahaya Purnama dalam Pilkada 2017 nanti. Pertama, belum ada kandidat lain yang secara serius diusung oleh partai politik, kecuali partai-partai yang mendukung Ahok. Kedua, publik merasakan manfaat langsung kinerja petahana dalam melakukan perbaikan pelayanan publik, reformasi birokrasi, perbaikan ruang-ruang publik, pembangunan infrastruktur, dan akuntabilitas.

Berikut ini talkshow tentang paparan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang opini publik Jakarta dan kinerja pemerintah provinsi.

Bagian Pertama

Bagian Kedua

Bagian Ketiga

IMG_3901

Bersepeda

0755a089-6ca4-4900-92be-11d318d282bf

Regenerasi Kakao di Sulawesi Barat

Ini adalah pohon kakao atau coklat. Warna kuning ini menunjukkan bahwa buah ini sudah siap dipetik. Saya hidup bersama pohon-pohon kakao di masa kecil. Saya ikut menanam, memelihara, memetik, mengupas, dan menjemur bijinya.

Kakao sebetulnya memiliki daging. Daging itu meliputi biji seperti pada buah durian. Tapi daging kakao lebih tipis dan lembut. Rasanya manis. Sedikit asam. Tapi manis. Begitulah.

Saya mengalami dan hidup bersama kakao di Mamuju, Sulawesi Barat.

Sulawesi Barat memiliki dua kekayaan: sumber daya alam dan manusia. Dengan luas wilayah 16,787 km2 (setengah Jawa Tengah) dan populasi sebanyak 1,2 juta jiwa (30 kali lebih kecil dari Jawa Tengah), Sulbar memiliki kekayaan alam yang berlimpah-limpah. Selain itu, daerah ini juga dihuni oleh penduduk dengan beragam latar belakang suku dan agama. Keragaman itu mendorong sikap terbuka dan suasana kompetitif antar-warga yang sangat penting bagi pembangunan.

Dengan keberlimpahan sumberdaya alam dan manusia itu, Sulawesi Barat berhak mendapatkan pemimpin yang bisa memanfaatkan potensi daerah menjadi energi pembangunan. Sulbar berhak mendapatkan pemimpin yang mengayomi semua individu sebagai warga yang setara.

Tahun 2017, warga Sulbar akan menentukan pemimpin mereka melalui pemilihan kepala daerah langsung. Ini adalah Pilkada ketiga bagi mereka. Dari calon-calon yang muncul di media massa, sejauh ini rakyat Sulbar belum diberi pilihan alternatif di luar para elit yang memang sudah mapan. Nama-nama bakal calon itu adalah para pejabat, pemimpin politik daerah, anggota DPR, mantan calon gubernur, mantan bupati, jenderal, dan pengusaha.

Di satu sisi, munculnya nama-nama yang telah mapan itu akan mempermudah publik melacak rekam jejak calon kepala daerah. Informasi mengenai mereka relatif tersedia. Namun di sini lain, publik seolah tidak diberi pilihan alternatif, suatu pilihan yang mungkin bisa menyegarkan politik daerah. Di sini terlihat regenarasi politik di Sulbar, sebagaimana daerah lain, belum berjalan ideal.

Baca laporannya di seputarsulawesi…

IMG_9494-3

Eucalyptus

Engkau menceritakan kepadaku tentang kotamu. Suatu lembah yang dikeruk lebih dalam. Menjadi telaga. Gedung-gedung bersama pohon tumbuh di sekitarnya. Di pagi hari dan menjelang senja kakaktua putih berjambul kuning bertengger di reranting eucalyptus. Di bawah pohon-pohon berbatang putih itu berlarian kelinci berwarna kelabu. 
Pada suatu hari, kataku, aku ingin ke kotamu. Berjalan di atas padang ilalang tempat hidup koala dan platypus. Melihat rerumput hijau kuning pembungkus bukit-bukit. Atau sekedar mencium aroma daun kayu putih yang di tangkainya melilit possum dengan mata menyala di malam hari. 
Tapi engkau melarangku. Katamu, kota itu tidak cocok untuk aku kunjungi. Udaranya terlampau panas di musim kering. Terlampau dingin di musim gigil. Aku yang sepanjang umur hidup di udara rata-rata tidak akan tahan. Kulit tropisku akan mengkerut di musim dingin, melepuh di musim panas, dan terkelupas di musim gugur. Adapun musim semi. Ia akan datang teramat singkat untuk penderitaanku sepanjang tahun. 

Baca lengkapnya…

IMG_9490

Menghidupkan Lagi MAPK

Pada akhir tahun 1980an, Menteri Agama Munawir Syadzali membangun Madrasah Aliah Program Khusus (MAPK). Sekolah agama setingkat SMA ini dibuat terbatas dengan seleksi masuk yang sangat ketat. 
Salah satu misi MAPK adalah menghadirkan atau memperkenalkan khazanah keilmuan umum pada dunia santri. Tujuannya jelas agar para santri berprestasi yang berhasil masuk MAPK itu bisa menguasai ilmu-ilmu Islam tradisional dan modern sekaligus. Karena itu mereka bisa fasih bicara keislaman dalam bingkai kemoderenan, demikian sebaliknya. Alumnus-alumnus MAPK tidak gagap menghadapi perubahan, tapi pada saat yang sama memiliki akar pada tradisi keislaman.
Hampir 30 tahun sejak pertama dibuka, sejumlah alumnus MAPK mulai berkiprah di dunia pemikiran Islam maupun aktivisme di Tanah Air. Tidak berlebihan kemudian jika muncul suara-suara untuk menghidupkan kembali MAPK atau sekolah agama dengan pendekatan serupa.
Laporan selengkapnya di seputarsulawesi.com

IMG_9489-1

Merawat Kebebasan dari Radikalisme

Sejak Reformasi, radikalisme agama bangkit. Ini terkait dengan ruang kebebasan yang semakin lebar bagi semua ideologi dan pemikiran. Sebelumnya, di masa Orde Baru, gerakan Islamis hanya ada di bawah permukaan, menjadi gerakan bawah tanah, dan hanya aktif di masjid-masjid kampus. Demokrasi memberi ruang bagi mereka untuk eksis.
Sekalipun begitu, ruang keterbukaan ini menjadi wadah pertarungan banyak ide dan gagasan. Radikalisme biasanya subur pada masyarakat tertutup. Sifatnya doktrinal. Karena itu, ruang keterbukaan di era demokrasi ini adalah peluang bagi mereka untuk eksis, tapi pada saat yang sama juga adalah tantangan terbesar bagi mereka.
Anak-anak muda yang menerima beragam dan memiliki akses yang luas pada informasi tidak akan tertarik pada gagasan yang justru ingin membatasi kebebasan. Itu yang menjelaskan kenapa gerakaan radikalisme marak di awal reformasi, tetapi semakin riuh ditentang oleh anak-anak muda sekarang ini. Gagasan ketertutupan mereka tidak hanya ditolak, tapi semakin ditertawakan.
Kuncinya adalah kebebasan. Jika ruang kebebasan ini berhasil dijaga, secara alamiah gagasan radikalisme agama akan tersingkir dan semakin tidak menarik.

Read more…

df4acfd8-2805-4470-84de-9ab841548c2c_mw1024_mh1024_s

Tergerusnya Demokrasi

Dunia sedang mengalami resesi demokrasi. Jurnal of Democracy (Januari 2015) mengangkat tema besar tentang fenomena mundurnya demokrasi secara global. Transisi demokrasi yang muncul di negara-negara Timur Tengah ternyata tak kunjung selesai. Libya, Irak, Yaman dan Syiria jatuh ke dalam instabilitas politik berkepanjangan dalam bentuk perang sipil. Mesir yang berhasil menggulingkan rezim diktator militer Husni Mubarak melalui gerakan massa fenomenal justru kembali terjungkal ke dalam kediktatoran militer baru di bawah pimpinan Jenderal al-Sisi.

Continue reading “Tergerusnya Demokrasi”

1432982047613400240

Poros Jakarta-Beijing II

Sebelumnya dimuat di Kompas, 15 Desember 2014

Tidak kurang dari 27 miliar dollar AS komitmen investasi Tiongkok di Indonesia setelah kunjungan Joko Widodo ke Beijing. Ini adalah bukti penting tentang semakin merekatnya hubungan kedua negara.

Beijing adalah kota pertama yang dikunjungi Jokowi setelah resmi menjadi Presiden Republik Indonesia. Selain menghadiri forum ekonomi dunia, APEC, kunjungan ini sesungguhnya juga memiliki makna simbolis tentang hubungan Indonesia dan Tiongkok. Meski Jokowi menyatakan hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berlangsung ratusan tahun, sebagai negara modern hubungan ini naik-turun, bahkan putus-sambung.

Continue reading “Poros Jakarta-Beijing II”

new_south_china_mall_by_uberpicklemonkey-d68gobu

Kota Hantu: Paradoks Pembangunan Cina

Panji-panji dengan dominasi merah berkibar di dalam mall. Papan-papan reklame telah lama terpasang. Gerai-gerai belanja berjejer pada koridor yang panjang. Lift dan tangga berjalan siap digunakan. Bangunan super besar ini berdiri di atas lahan lebih dari 17 hektar. Inilah Mall New South China. Ini adalah mall terbesar di planet bumi. Satu-satunya yang membedakan mall ini dengan mall-mall lain di seluruh dunia adalah orang. Mall ini hampir kosong dari hiruk pikuk orang. Hampir tidak ada orang yang berbelanja. Gerai-gerai yang diperuntukkan bagi para penjual juga kosong. Ini lebih menyerupai mall untuk para hantu, di mana penjual dan pembeli adalah hantu yang tak nampak oleh mata manusia.

Continue reading “Kota Hantu: Paradoks Pembangunan Cina”

0708505ahok41780x390

Sopan Santun Politik pada Masyarakat Kritis

Dimuat Media Indonesia, 28 Mei 2016

Amin Rais menyatakan Ahok tidak pantas menjadi pemimpin karena gaya bicaranya yang tidak sopan dan kasar. Ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan pada Prof. Amin Rais terkait dengan pernyataan itu.

Pertanyaan pertama adalah apakah kesopanan atau kesantunan merupakan kriteria yang bisa menggugurkan orang jadi pemimpin? Pertanyaan kedua, bagaimana menetapkan standar kesopanan di tengah masyarakat yang majemuk? Bagi masyarakat tertentu, basa-basi adalah bagian dari sopan-santun. Tapi untuk masyarakat lain, basa-basi bisa jadi dimaknai sebagai bentuk kekurang-ajaran.

Pertanyaan ketiga, apakah publik, terutama warga DKI Jakarta, menganggap tutur kata dan gaya bicara calon pemimpin mereka penting untuk dijadikan dasar bagi pilihan mereka? Saya akan membahas lebih banyak pertanyaan ketiga ini.

Continue reading “Sopan Santun Politik pada Masyarakat Kritis”