Kenapa Menolak Israel?

Konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU) yang ke-116 berlangsung di Bali, 29 April sampai 4 Mei 2007, namun jauh hari sebelumnya beberapa elemen masyarakat Islam risau dan protes atas rencana delegasi Israel untuk ikut dalam konferensi tersebut. Penolakan itu datang dari ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur-Wahid, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Forum Umat Islam, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI), Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), dan beberapa organisasi massa Islam lainnya.

Alasan yang dikemukakan kurang lebih sama, yakni bahwa Indonesia tidak bisa menjalin kerja sama, bahkan sekedar duduk bersama, dengan Israel karena negara itu dianggap sebagai musuh “Islam,” terutama dalam pendudukannya terhadap Palestina.Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan bahwa Israel secara tidak sah telah menduduki Palestina dan melakukan praktik kolonisasi. Hal itu bertentangan dengan semangat pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi. Dengan demikian, mengizinkan delegasi Israel hadir di Indonesia, bagi Din, sama hal dengan pelanggaran UUD.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Hasyim Muzadi, memandang kedatangan utusan Israel ke Indonesia akan menyisakan dampak psiko-politik dan keamanan. Massa Islam akan terus melakukan demonstrasi untuk menentang kehadirannya. Bagi Muzadi, jika pemerintah Indonesia tetap mengizinkan kehadiran delegasi Israel tersebut, pelbagai elemen masyarakat tidak hanya akan berkonsentrasi menolak delegasi itu, tapi juga akan menjadi sekaligus penolakan terhadap pemerintahan Indonesia.

Dalam politik internasional, Israel memang banyak mengundang masalah. Pelbagai aksi kekerasan terhadap rakyat Palestina, juga serangan beberapa waktu yang lalu ke Libanon, menyisakan trauma yang mendalam bagi perdamaian internasional. Israel memang telah melakukan pelanggaran HAM berat selama masa pendudukannya di Palestina. Menurut Tariq Ali, sejak awal pendiriannya, para pemimpin Zionis Israel memang memutuskan untuk “mengenyahkan” penduduk Palestina. Selama dekade awal pendudukannya, orang-orang Palestina diusir dari kampung-kampung halamannya.Dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel tampak tak tersentuh hukum internasional atas segala pelanggaran yang ia lakukan terhadap negara-negara Arab di sekitarnya.

Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia tidak boleh absen dalam upaya perdamaian dunia. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, wajar jika banyak masyarakat Indonesia yang merasa tersakiti ketika rakyat Muslim Palestina dan Libanon yang tak berdosa menjadi korban perang yang kerapkali tak masuk akal.

Persoalannya adalah apakah menolak kehadiran delegasi Israel di Indonesia, atau menolak segala bentuk kerjasama dengan Israel, adalah solusi paling jitu untuk menyelesaikan konflik di Palestina dan sekitarnya? Apakah dengan mengizinkan delegasi Israel untuk hadir dalam konferensi IPU, di mana Israel adalah salah satu anggotanya, di Bali serta merta akan mengurangi dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina? Apakah sikap bangsa Indonesia selama ini yang selalu menolak kehadiran Israel telah benar-benar berpengaruh terhadap kebijakan Israel terhadap Palestina? Lalu apa pula keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia dengan sama sekali menutup segala kemungkinan hubungan dengan Israel?

Israel adalah salah satu kekuatan dunia yang sangat besar, terutama karena kemampuan lobinya yang membuat negara-negara maju tak kuasa menarik dukungan terhadapnya. Dengan kekuatan seperti itu, rasanya cukup sulit untuk menghadapi Israel dengan kekuatan senjata. Sejak Israel berdiri (1948), tidak ada satu negara Arab pun yang berhasil memenangkan perang melawannya, pun ketika negara-negara Arab bersatu. Hanya dalam tempo enam hari (1967) tentara Israel menghancurleburkan seluruh kekuatan Angkatan Udara Mesir, merebut Yerussalem dan Tepi Barat dari Yordania, menduduki Dataran Tinggi Golan di bagian Selatan Syiria dan merebut Sinai sepanjang Terusan Suez di Mesir. Pada kondisi seperti itu, sangat tidak strategis memperlakukan Israel semata-mata sebagai musuh, lalu kita mengambil garis pemisah yang tegas dengan mereka. Selama ini, suara Indonesia tidak pernah didengar oleh Israel karena memang tidak memiliki keterikatan hubungan apa-apa. Dan lagi, sampai saat ini, Indonesia belum menjadi kekuatan yang cukup berarti untuk kemudian bisa mengubah kebijakan politik internasional Israel. Tentu Israel punya kepentingan di Indonesia, yang oleh karenanya beberapa kali mencoba membangun hubungan. Tapi justru karena Israel punya kepentingan, seharusnya Indonesia membangun hubungan, yang dengan demikian Indonesia juga bisa mengambil keuntungan dengan hubungan itu, misalnya mempengaruhi kebijakan politik internasionalnya.

Dalam hal ini, India patut dijadikan contoh. Meski India begitu getol menolak kekerasan dan mendukung penuh kemerdekaan Palestina, tapi ia tetap menjalin kerjasama dengan Israel dalam bidang-bidang lain, seperti ekonomi dan pendidikan.Tidak ada yang salah dengan berunding, bahkan dengan musuh sekalipun. Berunding kerapkali bisa mendatangkan kemenangan besar ketimbang membuka front terbuka dan menyisakan korban yang tak terkira. Dengan berunding, maka kerugian bisa dikalkulasi, kemenangan bisa diukur, dan korban bisa diminimalisir. Dengan berunding, maka hubungan antara dua belah pihak tidak dipandang oposisional secara hitam dan putih. Pada beberapa hal barangkali Israel adalah musuh, tapi pada sisi dan aspek lain barangkali justru adalah teman yang menguntungkan. Di sanalah perundingan dan membangun hubungan menjadi lebih rasional, ketimbang menutupnya sama sekali.

Advertisements

9 thoughts on “Kenapa Menolak Israel?

  1. Ly

    Tau, goblok amat sih ni mayaoritas penduduk di negara ini, udah buka aja kerjasama ama Israel contoh dong India, Singapore, China, dll. Apa untungnya kita ngikutin Arab, beli minyak aja mahal trus tkw-tkw kita juga banyak yang jadi korban kekerasan Arab. Ayo SBY buka aja udah kerjasama ama kalangan Yahudi internasional biaran aja orang-orang Islam fanatik & munafik itu mampus gara-gara kagak bisa ngikutin perkembangan jaman. Ingat, ini jaman global, jadi nggak ada alasan buat Indonesia ngebatas-batasin pergaulan internasionalnya terhadap negara tertentu apalagi hanya karena atas nama agama, budaya, adat istiadat & hal-hal lain yang berhubungan dengannya. Sungguh goblok, tolol dan bener-bener dungu jika membatasi diri hanya karna alasan yang nggak rasional !!!

    Like

    • nano

      siapapun anda,,, ketidak rasionalan lah yang melandasi anda menulis ini, krn anda telah mendukung pembantaian dan upaya penghapusan suatu bangsa,,, hanya berpikir apa yang akan anda terima (kekayaan) dari kerjasama dengn Israel

      Like

  2. ibrahim

    untuk ly yang pintar diatas.
    1.anda seorang muslim bukan?
    2.anda berhati nurani dan memiliki pelahaman nilai-universal kemanusiaan tidak?
    1.jika anda seorang muslim, Ingaat, bahwa sesama muslim ibarat satu tubuh, satu muslim ada yang tersakiti sama halnya kaum muslim tersakiti, saat ini kita tidak membicarakan kebodohan kaum arab saudi wahabi atau bangsa indonesia yang terpuruk, kita bicara sisi kebenaran, bukan potret penggalan dari wajah kebenaran.
    2.sepertinya anda kurang mendapat pemahaman yang cukup tentang sejarah timur tengah hususnya pencaplokan wilayah palestina oleh israel dengan kekejian serta upaya mempertahankan palestina yang tidak sepadan karena israel didukung penuh oleh amerika.
    jika demikian alangkah disayangkanya pemahaman heroistik dan sok paling benarnya anda, wajar jika demikian. ketahuilah bahwa di palestina sedang terjadi pembantaian,akankah kemudian kita menyetujui menyambut kelompok jagal seperti mereka??..keterbukaan seperti apa yang anda maksud?keterbukaan untuk dijajah atau untuk maju, adakah kemajuan yang ditawarkan oleh penjajah rakus darah amerika dan israel buat bumi pertiwi.!!!

    Like

  3. Mj

    Israel kuat dan tidak terkalahkan?di teliti dulu deh mas! sama milisi Hizbullah aja kalah(pdahal persenjataan beda jauh)!, to Ly: menurut saya sih israel itu bukan suatu negara karena menjajah negara lain…hanya karena lobi2 kuat mereka ke neg2 besar aja yg membuat mereka bisa mendeklarasikan sebagai suatu negara, Indonesia dengan tidak mengakui adanya negara Israel berarti sudah sesuai dengan undang2-nya yg menentang penjajahan!”Penjajahan di atas muka bumi harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan…..”

    Like

  4. tm

    tuk ibrahim point 1. katanya 1 muslim tersakiti sama saja menyakiti muslim yg lain toh banyak TKI diperlakukan tak semestinya, dianiaya dipadahal TKI ini seorang muslim dan sang penganiayapun muslim juga. jadi disini sebenarnya bukan bicara soal urusan satu pihak tapi urusan bersama. ingat indonesia bukan negara islam tapi REPUBLIK jadi urusan pribadi (islam vs israel) ga harus jadi penghalang untuk urusan bersama. seperti yg dikatakan Ly toh kita ga berpengaruh dalam kebijakan israel karena kita ga ada hubungan. jadi alangkah baiknya kita menjalin hubungan dengan mereka (bukan berarti mendukung kebijakan Israel)dan setelah itu baru pertikaian mereka dengan palestina bisa dibicarakan secara diplomatik. bereskan…. jurus mengalahkan musuh (jika anda menganggap isarel itu musuh anda) paling jitu rangkul dia, dekati dia dan pelajari siapa dia setelah kamu memahaminya dan menemukan kelemahannya baru……..(up to you lahhh…) karena aq manusia anti perang.

    Like

  5. jauhary

    Pak Joko adalah seorang yang memiliki rumah beserta pekarangan. Suatu saat datanglah perampok yang merampok rumahnya. Seluruh rumah dan harta bendanya diambil, sedangkan pak Joko disuruh pergi dari rumah tersebut atau disuruh tinggal di kandang. Saat itu ada tetangga yang tau dan mereka dan mereka membantu pak joko sekuat tenaga, walaupun perampok tersebut bersenjata lengkap. Ada juga tetangga yang malah mendukung perampok tersebut. Memang aneh tetangga yang satu ini. Bgaimana pendapat Ly dan tm?????

    Like

  6. fahrul walid

    analogi yang dikemukakan oleh jauhary sngat logis dan rasional sekali…mungkin itu yang bisa dijadikan alasan kenapa israel terus ditolak…

    Dan satu hal lagi…cerita2 yang telah dan yang akan dilakukan israel telah tercantum dalam Al-Quran yang diturunkan ke bumi ribuan tahun yang lalu dan itu terbukti sampai sekarang, lalu apa yang bisa meragukannya lagi???

    Like

  7. arabidol

    jauhary:::: coba cek dulu analoginya mas, siapa yg jadi rampok disini?? coba cek dulu org arab yg bernama umar bin kathab pada tahun 15H / 636M yg menduduki yerusalem.

    fahrul :::: israel tidak ada hubungan dengan alquran dan tuhan yg bernama allah, abraham tidak bertuhankan allah, jangan samakan tuhan abraham dengan dewa orang arab, muhammad sebelum memeluk islam pun tuhannya tidak jelas, saya rasa anda sudah tahu….

    Like

  8. nano

    jangan pernah bekerjasama dengan israel,,, kamu!!! mendukung pembantaian… Kamu! mendukung pemusnahan suatu bangsa… Kamu hanya berpikir kekayaan dan kemakmuran… Kamu!!! sama saja dengan Mereka (Israel)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s