Reformulasi Kebangkitan Nasional Kaum Muda

Bersandar pada tari warna-warni perjalanan kebangsaan Indonesia, sudah waktunya kaum muda kembali bangkit dan menjadi penjaga gawang transformasi politik dan ekonomi bangsa Indonesia. Mengutip Khairil Anwar, “di masa pembangunan ini tuan hidup kembali.” Semangat kebangsaan untuk keluar dari penjajahan kemiskinan dan kebodohan harus terus dikumandangkan, dan di tangan kaum muda proggresiflah semangat itu akan membara dan berkobar-kobar. Bangsa Indonesia telah terlalu lama berada dalam keterpurukan, baik keterpurukan ekonomi, sistem politik pemerintahan, pendidikan, maupun keterpurukan kemanusiaan yang lebih luas. Saban hari bangsa ini disuguhi tontonan kekerasan kemanusiaan, konflik politik, tindak pidana yang tak pernah diadili, budaya korupsi, nepotisme, kolusi, kelaparan, bencana alam, kecelakaan lalu-lintas, penggusuran, perampokan, tawuran warga, perang sipil, pengusiran massal, pembantaian, perkosaan, penipuan, perampokan. Berbagai kasus dan tragedi itu seakan menjadi karnaval raksasa yang panjang dan tak ketahuan ujung pangkalnya. Kita hanya bisa menyaksikan peristiwa demi peristiwa. Setiap peristiwa bertautan antara satu dengan yang lain.            

Pemilu telah berulangkali dilakukan. Pergantian rezim pun dilaksanakan. Reformasi dan revolusi diwacanakan di tingkat publik. Tapi rakyat tetap sengsara dan kita tetap menyaksikan peristiwa-peristiwa itu. Kepada siapa problematika kehidupan ini akan dibebankan? Jawabannya tentu saja adalah semua rakyat Indonesia itu sendiri. Sebagai bagian integral masyarakat Indonesia, kaum muda harus bisa keluar dari jerat-jerat yang menyesatkan, dan membikin sebuah formasi baru bagi kehidupan berbangsa yang lebih baik.            

Formasi kehidupan berbangsa yang lebih baik itu tidak akan tercipta jika hanya di teriakkan dalam slogan-slogan, atau dituliskan di spanduk-spanduk, atau hanya menjadi bahan diskusi di setiap forum diskusi, melainkan dalam kehidupan yang lebih nyata. Kebangkitan kaum muda juga bukan berarti harus menyatukan diri dengan berkumpuldi lapangan luas kemudian berteriak serentak menggelorakan semangat kebangkitan; juga bukan dengan cara anarkhis memacetkan jalan-jalan ibukota sehingga kehidupan ekonomi ibukota macet total. Kebangkitan nyata dari kaum muda berada di dalam pribadi kaum muda itu sendiri. Persatuan kebangkitan kaum muda berada dalam kesungguhan menggeluti bidang kehidupannya masing-masing.            

Persoalan nasional kita tidak sederhana, melainkan sangat rumit, dan menimpa seluruh aspek kehidupan. Posisi kaum muda harus bisa masuk ke segala aspek kehidupan, lalu memberi warna baru kehidupan tersebut. Kaum muda harus ada yang jadi pejabat, politisi, pedagang, akademisi, guru, kyai, santri, mahasiswa, pendeta, pelajar, tentara, wartawan, penulis, dan semua bidang profesi. Kaum muda semuanya tidak harus menjadi demonstran, atau semuanya bekerja di LSM untuk melakukan perubahan. Sebab perubahan yang lebih riil adalah perubahan yang dilakukan secara nyata dalam semua bidang kehidupan tersebut. Kaum muda yang berhasil jadi pejabat, maka jadilah pejabat yang bisa menggunakan kekuasaan untuk melakukan perubahan, atau setidak-tidaknya menunjukkan cara kerja yang baik: tidak KKN, disiplin, dan taat undang-undang. Kaum muda yang jadi politisi, maka tunjukkan bagaimana menjadi politisi yang jujur. Yang jadi akademisi menunjukkan bagaimana menjadi akademisi yang memiliki integritas keilmuan yang bertanggungjawab. Kaum muda yang menjadi ulama, maka menciptakan suasana kondusif bagi ummat dan tidak menggiring ummat ke dalam fitnah-fitnah yang keji. Dan seterusnya.           

Adalah anggapan yang sangat keliru, jika kebangkitan kaum muda hanya diartikan dengan turun ke jalan, atau bersatu melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah, atau bergerilya ke hutan-hutan dan melancarkan perlawanan bersenjata. Masuk ke dalam sistem kehidupan yang ada adalah pilihan strategis bagi mereka yang menginginkan perubahan dan kebangkitan nasional yang lebih masuk akal. Perlawanan paling berarti adalah dengan tidak membiarkan semua aspek kehidupan dikuasai oleh mereka yang membuat negeri ini terpuruk dalam krisis multi dimensi.           

Untuk menggapai semua target perubahan dan kebangkitan nasional tersebut, kaum muda harus melakukan perubahan internal dalam diri mereka sendiri. Pola-pola kehidupan yang korup harus segera dibuang jauh-jauh. Sebab tidak sedikit kaum muda yang juga terjebak dalam proses penghancuran kebangsaan ini. Mereka harus menata diri secara sungguh-sungguh sebelum terjun dalam kehidupan kebangkitan yang sesungguhnya. Hal lain yang perlu dibenahi adalah kemampuan personal untuk menguasai bidang-bidang kehidupan yang akan digeluti. Kaum muda harus bisa menjadi yang terbaik dan bekerja secara profesional. Meningkatkan kedisiplinan adalah kunci dari segala keberhasilan pembentukan profesionalisme segala aspek kehidupan. Tak jarang sebuah bangsa yang berhasil melaju dalam pola pembangunan diawali dengan propaganda kedisiplinan bagi semua warga negaranya. Pola kehidupan hura-hura, konsumeris, dan hedonis harus menjadi prioritas kaum muda untuk segera ditinggalkan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, sudah seberapa persen kaum muda kita mampu memenuhi standar kedisplinan yang memadai? Nampaknya pertanyaan ini sangat susah untuk dijawab. Sebab kaum muda Indonesia, diakui atau tidak, belum menunjukkan tanda-tanda sebagai seorang pekerja keras dengan standar kedisiplinan yang tinggi. Masih terlalu banyak kaum muda yang terjebak dalam lingkaran kehidupan hedonis dan konsumeris. Tak jarang dari mereka yang terjerumus dalam kehidupan narkotika, yang tentu saja sangat mengurangi bobot sebagai seorang pekerja keras dan berdisiplin tinggi.

Sebelum menjadi garda depan depan kebangkitan nasional, nampaknya kaum muda Indonesia harus menyelesaikan problem internal mereka. Sebab tanpa itu, tidak akan pernah terjadi perubahan signifikan di negari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s