Selayang Pandang Kehidupan Intelektualisme Ciputat

Di selatan Jakarta, Ciputat menjadi satu keunikan tersendiri bagi fenomena kehidupan pemikiran Jakarta. Secara administratif, Ciputat masuk dalam wilayah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. Tapi dilihat dari kultur penduduknya, Ciputat dihuni oleh mayoritas Betawi. Itulah sebabnya, identifikasi penduduk Ciputat terbelah ke dalam dua kutub besar, ada yang menerima Banten sebagai provinsi bagi Ciputat, tapi sebagian yang lain mengaku diri sebagai penduduk Jakarta Selatan. Sebagaimana layaknya kehidupan di belahan Jakarta yang lain, Ciputat juga dipenuhi oleh nuansa Jakarta: kepadatan penduduk, macet, masyarakat urban, angka kriminalitas yang tinggi, mobil-mobil mewah, semi-individualisme, universitas-universitas besar, iklim intelektual, toko-toko buku, forum-forum studi, LSM, kios-kios penjual koran, kafe, hotel, selebritas, pejabat, maling, pemerkosa, copet, dan seterusnya. Nuansa progressifitas sangat terasa di wilayah ini. Tak ayal lagi, untuk bidang pemikiran, Ciputat sangat layak disebut sebagai salah satu kutub pemikiran di Indonesia. Ciputat memiliki Universitas Islam Negeri (UIN, dulu IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas ini telah cukup banyak melahirkan pemikir, baik pemikir tentang tema-tema keIslaman, maupun tema-tema umum, seperti ilmu politik, sosiologi, antropologi, filsafat, dan sastra. Beberapa tahun terakhir, UIN membuka beberapa fakultas umum, seperti kedokteran, ekonomi, sains dan teknologi, farmasi, dan biologi. Bukan mustahil beberapa tahun lagi, UIN juga akan melahirkan ahli-ahli pengetahuan di bidang ilmu pasti tersebut.Tentu saja UIN bukan satu-satunya penyumbang pemikiran di Ciputat, di sana juga ada Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan, Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an, Institut Ilmu Qur’an, dan beberapa perguruan tinggi swasta yang lain. Di samping itu, dosen-dosen Universitas Indonesia, ternyata, juga bermukim di wilayah Ciputat, di sebuah kompleks perumahan dosen UI.Iklim intelektualisme Ciputat tidak bisa dilepaskan dari progressifitas mahasiswa di tiap generasi. Generasi 70, 80, dan 90-an, Ciputat dipenuhi forum studi yang tumbuh menjamur. Kajian-kajian pemikiran yang tak terbatas terjadi di Ciputat saat itu. Bukan hanya forum studi yang melakukan kajian tak terbatas itu, melainkan juga organisasi-organisasi massa tingkat mahasiswa juga sangat intens melakukan kajian keilmuan. Tokoh-tokoh intelektual Indonesia, seperti Azyumardi Azra, Fachri Ali, Komaruddin Hidayat, Bachtiar Effendi, Nurcholish Madjid (untuk generasi 60-an), Saiful Mujani, Ihsan Ali Fauzi, Jamhari, Budhi Munawar Rachman, Neng Dara Affiyah, Ahmad Sahal, Nanang Tahqiq, Musdah Mulia, Djamal D. Rahman, Zainun Kamal, Nurul Fajri (Alm.), Mulyadi Kartanegara, Kautsar Azhari Noer, Sukidi Mulyadi, Nong Darol Mahmada, Tb. Ace Hasan Syadzily, Cecep Romli, Burhanuddin, dan lain-lain adalah buah dari menjamurnya tradisi kajian intelektual pada masanya masing-masing di Ciputat.Kesimpulan umum yang dipakai untuk menjelaskan fenomena menjamurnya kajian-kajian intektual non-formal di berbagai universitas biasanya dikaitkan dengan represi pemerintah Orde Baru yang begitu mengontrol dan membatasi segala aktivitas mahasiswa. Bentuk protes mahasiswa terhadap berbagai represi pemerintah tidak dituangkan dalam bentuk aktivisme jalanan, tapi ke dalam pengembaraan intelektual yang tak terbatas. Setelah rakyat Indonesia berhasil meruntuhkan kekuasaan ‘absolut” Orde Baru pada tahun 1998, nuansa intelektualisme di kalangan mahasiswa kemudian sedikit digeser oleh dunia aktivisme jalanan. Sejak 1998, satu demi satu pusat-pusat kajian intelektual mahasiswa Ciputat menghilang dan beberapa diantaranya beralih fungsi menjadi lembaga aktivisme jalanan. Organisasi mahasiswa terbesar di UIN, HMI Cabang Ciputat, yang pada tahun 60 sampai 90-an sangat kental dengan kajian-kajian intelektual, perlahan-lahan menggeser iklim intelektualisme manjadi iklim pergerakan atau iklim organisasi massa mahasiswa yang mengabaikan bidang pemikiran. Hal yang sama dialami oleh PMII dan IMM Cabang Ciputat.Kendati iklim intelektualisme digeser oleh nuansa pergerakan jalanan, munculnya berbagai organisasi pergerakan pada awal reformasi menjadi fenomena yang lain bagi Ciputat. Pada awal reformasi, muncul berbagai organisasi pergerakan mahasiswa Ciputat seperti FORKOT, KAM, FAMRED, FRONT NAS, LS-ADI, KAMMI, SEROJA, dan lain-lain. Iklim pergerakan menjadi lebih semarak oleh bergabungnya organisasi massa seperti HMI, HMI MPO, IMM, PMII, LDK, PII, dan bahkan organisasi-organisasi seni, ke dalam nuansa pergerakan tersebut.Iklim “jalanan” pada mahasiswa Ciputat ternyata tidak bertahan lama, hanya 1 – 4 tahunan setelah reformasi. Entah kejenuhan atau fenomena yang lain, mahasiswa Ciputat mulai meninggalkan aksi-aksi demontrasi, mereka lebih tertarik menggeluti kehidupan baru, yakni dunia hiburan, pesta, dan hedonisme pada umumnya. Berbagai pesta hiburan dengan artis-artis beken dan band-band papan atas Indonesia silih berganti menggoyang massa mahasiswa Ciputat.Mahasiswa “gaul,” istilah yang biasa dipakai untuk menyebut mahasiswa yang suka pesta dan hiburan, menjangkiti relung kultur mahasiswa Ciputat. Beberapa tahun setelah dunia intelektualisme kurang diminati oleh mahasiswa-mahasiswa Ciputat, bahkan semakin terancam eksistensinya oleh masuknya budaya hedonisme, membuat para pegiat diskusi dan kajian kembali menegaskan keberadaan mereka. Forum-forum studi kembali bermunculan, penulis-penulis muda Ciputat juga kembali muncul di berbagai media massa, dan pamflet-pamflet jadwal diskusi kembali disebar. Forum-forum studi yang tergolong tua kembali menampakkan kegiatan intelektualismenya.Ciputat memang terkenal dengan forum studi. Walaupun kegiatan kajian intelektual yang sifatnya formal itu mulai ditinggalkan, bahkan sempat tenggelam, tapi Ciputat masih identik dengan forum studi. Beberapa forum studi yang masih aktif menelorkan pemikir-pemikir muda Islam antara lain Forum Mahasiswa Ciputat (FORMACI), ISAC, Piramida Circle, MAKAR, Koplit, dan lain-lain. Dari forum-forum studi inilah para pemikir muda bermunculan. Mereka mengkaji berbagai disiplin ilmu, mulai dari studi keislaman (Islamic studies), sosiologi, sastra, ilmu politik, filsafat, ekonomi, sampai kajian psikologi.Saat ini, organisasi-organisasi kader mahasiswa seperti HMI, PMII, KAMMI, IMM, dan FORKOT tidak bisa disebut sebagai media pencetak kader-kader intelektual. Aktivitas intelektualisme telah lama ditinggalkan di organisasi-organisasi kader tersebut. Mereka lebih cenderung menjadi organisasi politik, ketimbang organisasi yang mengedepankan semangat akademis. Hal ini terjadi karena diterapkannya sistem student government yang mengandaikan mahasiswa sebagai sebuah komunitas politik.

Advertisements

14 thoughts on “Selayang Pandang Kehidupan Intelektualisme Ciputat

  1. ayu

    wat anak2 hmi cabang ciputat terus maju,terus tolong dong untuk grakan2 ndpna jangan banyak yang melenceng dari syariat tolong bag n jangan pernah memaksakan idiologi2 orang yang tidak bertanggung jawab kedalam otak kita.tolong renungi pesan saya ini trimssssssss

    Like

  2. saidiman

    Kalau boleh tau ideologi-ideologi apa saja tuh yang dipaksanakan untuk teman-teman HMI Ciputat? Dan sejauhmana tidak bertanggungjawabnya?

    Terima kasih kembali…

    Like

  3. Asep Abdbdurrahman

    Assalamualaikum.Selama yg saya tau mengenai kegiatan intlektual ciputat memang sangat memukai dengan aneka kajian yg digelar di kampus negri tersebut.Tp belakangan ini saya mendengar dan membaca dari berbagai sumber yg dapat dipercaya informasinya, seperti dari web http://www.hidayatullah.com bahwa kegiatan tersbut sudah ditumpangi oleh kepentingan pribadi dan kepentingan penguasa dunia dalam hal ini AS dan kawan2.tengok saja peran JIL (jaringan islam liberal) yg sudah masuk ke berbagai kampus, khususnya kampus islam.seperti di UIN sendiri dimana tokoh pentolannya banyak bersarang disana.

    Like

  4. saidiman

    Ada beberapa persoalan mendasar dari komentar Anda ini. Pertama, atas dasar apa Anda mengatakan bahwa sumber informasi mengenai keterlibatan AS dalam diskusi-diskusi di Ciputat adalah valid? Kedua, bentuk kepentingan seperti apa yang menunggangi diskusi-diskusi di Ciputat. Saya adalah pegiat diskusi di Ciputat. Kami menggelar diskusi memang karena kepentingan pribadi, yakni pribadi-pribadi peserta diskusi yang ingin lebih banyak mengetahui banyak hal, supaya kami bisa adil dan fair dalam melihat sebuah persoalan, bukan asal tuduh seperti yang Anda dan Hidayatullah lakukan itu.
    Soal JIL. Sebetulnya Anda ini mau ngomong apa sih? Di satu sisi Anda mengatakan bahwa JIL masuk ke kampus-kampus Islam, tetapi dibuktikan dengan data bahwa pentolan-pentolan JIL berasal dari UIN. Sebetulnya JIL ini dari luar mau masuk ke UIN, atau JIL berasal dari UIN sih? Gimana bisa maju Islam kalau cara berpikir umat Islam seperti Anda ini. Nggak jelas.

    Like

  5. jamilah

    m2f kalo saya lancang ikut memberi coment pada organisasi it, sebab yg saya tahu organisasi yg dijalani it terasa sangat menyimpang sekali untuk saya!!!
    ‘ntah anda sudah tahu atau pura2 tdk tahu tntng ap yg di lakukan mereka para komunitas FORMACI’ karena yg saya tahu menurut penyelidikan saya, mereka memang berdiskusi didalam, tapi selain it???
    ud d…..
    bangkai tikus jgn ditutupi dg bau melati!!!!!!!!!!

    Like

  6. Makhsis

    Saya tertarik dengan ide maupun gagasan yang ditulis saidiman mengenai pergulatan intelektual di Ciputat.
    saya ingin menyampaikan bahwa mahasiswa ciputat, baik gerakan maupun kajian adalah sama-sama ingin memberikan perbedaan terhadap kampus-kampus lain. mereka ingin menonjolkan bahwa kondisi aktivis ciputat sangat kompleks dan tidak tanggung-tanggung.
    PMII, HMI, IMM, KAMMI, dan lain-lain adalah contoh organ yang ada di ciputat yang dapat menyuarakan suara rakyat ke tingkatan nasional. padahal kalau kita lihat secara teritorial, wilayah ciputat bukan sekelas dan setingkat kabupaten melainkan ia adalah kecamatan. tetapi karena kondisi mahasiswa yang menduduki wilayah ciputat maka ciputat pun menjadi besar dan menuju nasional. itu dikarenakan organ-organ mahasiswa yang ada di ciputat itu.

    Like

  7. Ahda'mUrt__

    yah semoga hmi ciputat smakin berbenah…
    ada hal yang sharusnya (mnurt sy)dirubh dari bdaya hmi cputat.karna di HMI ada istilah ‘SELEKSI ALAM’,ini berimpas untk trciptanya sikap HMI yang kurang mengayom terhadap anggota HMI.karena mmg sbagian aggota krg dlm brgerak.tp kan gak shrusnya di cuekin.karena HMI kn juga orgtanisasi pengkaderan.

    Like

  8. ketonggeng

    Saya seorang pemerhati dan Kristen! Saya melihat harapan dan mimpi kehidupan beragama secara rukun, damai dan saling menghargai itu terletak pada kalian kaum muda “komunitas Ciputat”! Saya melihat “wajah” Islam yang rahmattan lil alamin dalam diri orang-orang seperti Buya Ahmad Syafii Maarif, Gus Dur, Sukidi Mulyadi, Ulil, Novriantoni, Komaruddin Hidayat dll banyak lagi, termasuk Komunitas Ciputat!
    Sebaliknya saya melihat Islam itu sangat garang, penuh kekerasan, mau menangnya sendiri, sangat membenci agama lain bahkan teroris, itu dalam wajah-wajah Habib Rizieq Shihab dan FPI, MMI dgn Abubakar Baasyir, HTI, FUI dan lain2. Sepertinya kalau beda pandangan atau pikiran langsung dicap kafir gitu ya? Apakah Islam memang seperti itu: INTOLERAN, MENINDAS MINORITAS, MAIN CAP KAFIR (bahkan terhadap sesama Islam yang TIDAK SEALIRAN!)?

    Like

  9. harma hasan

    sebenarnya saya sangat penasaran sih dengan kemampuan intelektual dari teman teman hmi cabang ciputat sebelum saya berdiskusi waktu di kongres di palembang, namun sekarang saya suda tidak penasaran lagi, cos saya suda tau kemampuanya. sy cuma kase saran saja, kayaknya analisis sy dalam hal melihat kondisi bangsa dan memberikan tawaran solusi, kayaknya kurang tepat, dan saya tidak stuju, karna menurut penilaiansaya peribadi, analisis yang dilakukan teman-teman ciputat tidak komprehensif.

    Like

  10. dim@s

    Assalammu’alaikum. salam intelektual ciputat!!!!! kalau boleh meminjam ayat Tuhan ” Segala sesuatu akan hancur kecuali Dia” dari sini ada satu pertanyaan yang muncul dari kegelisahan seorang mahasiswa Ciputat. Apakah sampai cukup disini sejarah intelektual islam Ciputat???????

    Like

  11. Rindar Mandela

    Assalamu’alaikum Wr.Wb, SALAM SEJAHTERA !!! Saudara-SaudaraKu yang sangat saya banggakan yang ada di HMI cabang Ciputat ??? Apa Kabar ??? Khususnya buat alumnus LK II HMI CABANG PALEMBANG (Subarna & SI GENDUT AHLI NDP ??? )dari Rindar Mandela HMI CABANG PALEMBANG… Wong Cilik HMI CABANG PALEMBANG ???

    Like

  12. jamiels

    semoga HMI cabang ciputat segera dibentuk BPLnya,coz si fauzul baru pulang ikut Senior Course di kediri. salam YAKUSA dari HMI Sidoarjo…..!!!

    Like

  13. cielung

    kawan itu cerita dulu … hmi ciputat kini ada nama tapi tak bernyawa … kegiatan hanya itu-itu saja. lk, pemilu, konfercab dan balik lagi . tak ada yang lain. bahkan saya cari blog hmi ciputat yang permanent, belum terketemukan. semoga hmi ciputat pimpinan fathul arif (tarbiyah) mampu berbuat lebih baik lagi dari cerita-cerita masa lampau.
    i lop hmi
    yakin usaha sampai

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s