Ning

hari ini esok dan lusa adalah penantian tak bertepi
seribu nyawa tereksklusi di loronglorong gelap
tak jua satu tumbuh dan menyapa
kepada hamba yang kurang airmatanya
suara langit suara bumi suarasuara sunyi
demikian susah mengeja detik
sementara waktu terus digilas ambang batas sejarah

dan gunung dan danau yang digambar ibu
semakin menjadi indah dan mati
(di atasnya ada purnama)
andai cinta tak ditancapkan aphrodite di dada paris
barangkali helen tak mampu mencipta perang troya
sebab cinta adalah perang adalah air mata

berapa banyak puisi yang akan terukir di dinding ratapan
sedang tongkat musa telah lama menjadi naga
(tak sanggup lagi membelah lautan)?
atau kuminta saja rumi meniup seruling
dengan nada bocah kehilangan induk?

hamba menangis, benarbenar menangis

Ciputat, 12 Desember 2002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s