Hujan

Air berkecipak

Orang-orang menepi mencari tempat persinggahan

Seperti sebelumnya, suara air memenuhi alam

Ada semacam warta yang susah dimengerti

 

Kepada siapapun yang juga tak terlacak

Hujan tak pernah tahu apa makna dirinya

Seperti anak panah yang mencari sendiri sasaran

 

Orang-orang sesekali menengok angkasa

Berharap hujan mereda menyisakan rintik

Untuk kemudian hilang dan kembali suatu ketika

 

Tapi hujan terus saja menghujam

Orang-orang enggan beranjak

Takut basah

Takut sakit

Takut tersesat

 

Hujan mengaburkan pandangan

Tapi tidak untuk ingatan

Ingat rumah

Ingat cucian

Ingat pacar

 

7 November 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s