Kepada Hujan

 

Seonggok cinta lelaki meleleh

menghujan deras mengalir

mengisi ruang-ruang hampa

Titik cinta yang lupa

seperti desau angin pada sepi

yang disetubuhinya malammalam

 

Maka telah tercipta jalan

di mana setiap pintu menggugurkan daunnya

“masuk dan berurai tubuh,

tak jua satupun mendua”

 

Kau gelegar bintang

tersusun serupa akar di dinding langit

Bahkan cakrawala mengerang tertahan ke segala arah

di bawah payung remaja berpelukan penuh rasa

Ciputat, 22 Januari 2002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s