Kuasa Cinta

 

Kulihat cinta itu turun dari langit

dari balik gumpalan awan

Ia diantar sepasukan angin

Air hujan berkejaran mengiringnya pula

Dan bumi menggelar permadani kobaran api

Sementara gelombang laut berlomba

saling tinggimeninggi menindih ditindih

Ada yang merangsek ke daratan

Sungaipun telah menjadi gelombang

berlari menuju gunung

protes kepada matahari atas monopoli cahaya

Matahari hanya tersenyum di kejauhan

Ia membentengi diri dengan pualam

Merasa diremehkan, sungai mengamuk

menjebol tanggul dan menduduki jalanjalan kota

Di pesisir, laut telah mengambil alih kampung nelayan dan pelabuhan

Tak mau ambil resiko, angin menghubungi api

Bergerak bersama menggoyang nyiur

Menerbangkan beberapa kota serta mengobarkan hutan

untuk mengusir air yang mengamuk

Magma dan lava yang terusik di rongga bumi, penasaran

membuncah keluar mendekati orang-orang lereng untuk ditanyai

Namun semuanya lari menjauh

Ada yang berhasil tersentuh

telah pula gosong sebelum berucap kata

Mereka membatu

Tak tahu harus bertanya kemana

Sampai akhirnya bumi benar-benar pecah

Setiap jengkal tanahnya menjadi wilayah perang dan diperebutkan

Tidak ada yang tahu

cinta di awal kisah ini

telah pergi pulang

membawaku bersamanya

 

Mandar, 14 Februari 2002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s