Resiko

 

Tuhan itu mendatangiku pagi buta

Ia membawakanku sebongkah surga

“pergi, kalau tidak, aku akan membunuhmu sekarang juga”

Ia ngotot menghampiriku

memasang bongkahan surga di genggaman pikiranku

“kamu pikir aku gila?!

Sampai tubuhku jadi asap sekalipun

aku tetap menentang keberadaanmu”

Pikiranku terbelah

Ia meletakkan bongkahan surga itu tepat di titik kesadaran

Dengan sadar aku memenggal kepalanya

Tanpa sadar semua orang terpenggal kepalanya

Dengan sadar aku bersorai menerjang

Tanpa sadar kepalaku tiada

 

Mandar, 9 Februari 2002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s