Sampah

Seorang bocah mengorek sampah sore ini

Kau hantam kepala belakangnya dengan popor senjatamu

Kau berkata jijik kepadanya

(dari sorot matamu)

Dan dia beringis kesakitan

Dan kau berlalu tanpa beban

Dan dia kembali mengorek sampah

 

Bocah itu mengorek sampah hingga malam

sampai ditemukannya sebingkah emas

Kau melihatnya gembira

lalu merampas emas di tangannya

Kau berkata itu bukan emas, melainkan sampah

“emas hanya ditemukan ditambang emas,

bukan di tempat sampah,

semua yang dari tempat sampah adalah sampah”

Dia menangis

Kau pergi

Hatinya meronta

 

Hari beranjak pagi

Masih saja ia mengorek sampah

yang telah berserakan kesana kemari

Sekali lagi kau pukul ia dengan popor senjata

Kau jijik kepadanya

juga pada sampahsampah

yang kau perintahkan diangkut pulang ke ujung negeri

Dia pingsan

 

Katika siuman tak ada lagi sampah

Yang ada hanya tanah dan dia

Dia mengorek tanah

Dia mengorek dia

Dia mengorek tubuhnya

hingga berserakan

(dia adalah sampah)

sampai ditemukannya sebongkah emas di dalam dirinya

Kau datang dengan popor senjata

membawanya pulang ke rumahmu

 

Kau ingin dia dipajang di ruang tamu

Pikirmu akan sangat indah sebongkah emas

dalam kaca berputar memantul cahaya

cahaya kepada emasemas pengorek sampah lain

yang telah pula kaumiliki

Tapi dia tidak ingin dipajang

Dia ingin mengorek sampah

Lalu dia mengorekmu hingga kau berserakan

sampai ditemukannya sebongkah emas

yang akan dijual untuk membeli segudang sampah

 

Ciputat, 20 Januari 2002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s