Televisi dan Politik: Sebuah Catatan Kecil

Pablo Ruiz Picasso, Massacre in Korea
Pablo Ruiz Picasso, Massacre in Korea

Saat ini kita perlu hati-hati ketika menonton berita dan talkshow politik di televisi. Sebuah peristiwa besar di media belum tentu benar-benar besar dalam kenyataannya.

Ada dua hal yang selama ini disorot oleh media yang menurut saya agak janggal. Pertama soal kasus talangan pemeritah ke bank Century. Kasus ini sudah lama tapi sampai kini masih menjadi pembicaraan di televisi, terutama Metro-TV dan TV-One. Menjadi janggal bahwa penjelasan para ekonom dan pihak terkait tentang peristiwa itu sudah sedemikian terang-benderang bahwa kebijakan itu diambil untuk mengatasi krisis. Persoalannya bukan pada kebijakan, tapi pada aliran dana. Terkait aliran dana, BPK telah menelusuri aliran dana itu, ternyata tidak ada aliran atau transaksi yang melibatkan Sri Mulyani dan Boediono, dua orang yang dicaci maki selama ini karena dianggap bersalah. Yang aneh, baik politisi dan media yang berbulan-bulan mencaci-maki SMI dan Boediono, tak satupun mereka meminta maaf. Bahkan sampai kini terus menerus mencari celah menyalahkan mereka.

Kasus kedua adalah soal surat palsu Mahkamah Konstitusi. Dalam kasus ini media televisi selalu menyorot Andi Nurpati (mantan anggota KPU dan kini pengurus Demokrat). Kenapa yang disorot bukan Mahkamah Konstitusi, bukankah surat itu berasal dari sana? Andi Nurpati kan si penerima surat. Kenapa si penerima surat terus yang dipersalahkan, bukan si pembuat? Kalau tetap ingin mempersalahkan si penerima, mestinya ketua KPU dong. Bukankah surat itu ditujukan kepada lembaga KPU? Dan lagi, surat palsu itu tidak terkait dengan partai Demokrat, melainkan partai Gerindra dan Hanura.

Kedua kasus ini hanya contoh kecil bagaimana seharusnya kita kritis terhadap tontonan peristiwa dan talkshow politik di televisi. Saya tidak tahu pasti kenapa televisi-televisi itu begitu. Adakah kaitannya dengan fakta bahwa televisi-televisi itu dimiliki oleh penguasa partai-partai politik? Saya tidak tahu.

Terima kasih. Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s