Merawat Kebebasan dari Radikalisme

Sejak Reformasi, radikalisme agama bangkit. Ini terkait dengan ruang kebebasan yang semakin lebar bagi semua ideologi dan pemikiran. Sebelumnya, di masa Orde Baru, gerakan Islamis hanya ada di bawah permukaan, menjadi gerakan bawah tanah, dan hanya aktif di masjid-masjid kampus. Demokrasi memberi ruang bagi mereka untuk eksis.
Sekalipun begitu, ruang keterbukaan ini menjadi wadah pertarungan banyak ide dan gagasan. Radikalisme biasanya subur pada masyarakat tertutup. Sifatnya doktrinal. Karena itu, ruang keterbukaan di era demokrasi ini adalah peluang bagi mereka untuk eksis, tapi pada saat yang sama juga adalah tantangan terbesar bagi mereka.
Anak-anak muda yang menerima beragam dan memiliki akses yang luas pada informasi tidak akan tertarik pada gagasan yang justru ingin membatasi kebebasan. Itu yang menjelaskan kenapa gerakaan radikalisme marak di awal reformasi, tetapi semakin riuh ditentang oleh anak-anak muda sekarang ini. Gagasan ketertutupan mereka tidak hanya ditolak, tapi semakin ditertawakan.
Kuncinya adalah kebebasan. Jika ruang kebebasan ini berhasil dijaga, secara alamiah gagasan radikalisme agama akan tersingkir dan semakin tidak menarik.

Read more…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s