Intoleran dahulu, teroris kemudian

Bersyukur bahwa upaya bom bunuh diri di Medan baru-baru ini gagal terlaksana.

Aksi terorisme adalah ujung dari tumbuhnya sikap anti terhadap orang lain, anti keyakinan orang lain, dan sikap Intoleran. Dalam kasus-kasus intoleransi, acapkali yang diberi sanksi malah korban. Perlakuan diskriminatif semacam ini yang memberi angin segar pada gerakan intoleransi yang pada ujungnya bermetorfosis menjadi aksi terorisme.

Pelaku teror mula-mula adalah orang yang intoleran. Karena itu, mencegah aksi terorisme harus dimulai dari mencegah berkembangnya sikap intoleran di tengah masyarakat.

Baca selengkapkanya di Seputar Indonesia, 29 Agustus 2016.

*Judulnya saya pinjam dari Ihsan Ali-Fauzi, pengamat sosial.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s