Kaderisasi pemimpin daerah

Pilkada serentak tahap kedua sebentar lagi akan dimulai. Banyak pengamat dan aktivis mengeluhkan tentang lambannya proses kaderisasi pemimpin baru. Di sejumlah daerah, calon kepala daerah didominasi nama-nama lama. Betul bahwa masih dominannya nama-nama lama yang bertarung dalam Pilkada nanti adalah bentuk lambannya proses kaderisasi pemimpin. Namun begitu, proses kaderisasi pemimpin memang tidak bisa berlangsung cepat dan singkat. Publik tidak ingin berspekulasi dengan pemimpin-pemimpin yang hanya sekadar menjual kebaruan dan kemudaan, tapi minim pengalaman. Rekam jejak menjadi sangat penting. Masih dominannya nama-nama lama bisa juga berarti proses reward and punishment sedang berlangsung. Pejabat-pejabat lama yang berprestasi diberi penghargaan oleh masyarakat dengan promosi jabatan politik yang lebih tinggi, misalnya dari mantan bupati ke calon gubernur. Dan ini menunjukkan demokrasi mulai berjalan normal.

Selanjutnya baca wawancara singkat saya di Seputar Sulawesi, 27 Agustus 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s