75% Warga DKI Puas dengan Kinerja Ahok

75 persen warga DKI Jakarta mengaku puas dengan kinerja petahana Basuki Thahaya Purnama membangun Jakarta. Angka ini diperoleh dari hasil survei opini publik yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (Saiful Mujani) yang dipresentasikan siang ini di Jakarta.

Approval rating atau tingkat kepuasan publik ini meningkat cukup tajam dari hasil survei satu bulan sebelumnya, 69 persen. Sementara yang tidak atau kurang puas hanya sekitar 24 persen. Dengan ungkapan yang lain, dari 10 orang di DKI Jakarta, 7 sampai 8 orang di antaranya puas dengan kinerja Ahok sejauh ini.

Mengukur tingkat kepuasan publik sangat penting untuk mengetahui sejauhmana program kerja dan kebijakan publik diterima oleh masyarakat itu sendiri. Semakin tinggi tingkat kepuasan pada kinerja, maka bisa dipersepsi bahwa masyarakat juga semakin merasakan manfaat dari program dan kebijakan pemerintah itu sendiri.

Bila hal ini dijadikan acuan, terlihat bahwa legitimasi atas program dan kebijakan Ahok sejauh ini cukup bahkan sangat kuat di mata warga. Karena itu, pandangan lawan politik maupun sejumlah orang kritis yang menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan Ahok selama ini hanya menguntungkan dan dinikmati kalangan elit tertentu terbantahkan melalui survei ini. Yang terjadi justru mayoritas warga mengakui urgensi setiap kebijakan yang selama ini dikeluarkan.

Mari kita tengok secara detil persepsi warga DKI atas sejumlah kebijakan utama dan strategis Ahok selama ini. Pada bidang pendidikan, 77 persen warga menyatakan biaya pendidikan di DKI sekarang ini cukup atau sangat terjangkau. Hanya 20 persen yang menyatakan tidak atau kurang terjangkau. Di bidang kesehatan, 80 persen warga menyatakan biaya berobat cukup atau sangat terjangkau. Sementara yang menyatakan kurang atau tidak terjangkau hanya sebesar 18 persen. Ahok memang memiliki perhatian khusus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Anggaran pendidikan untuk warga miskin tahun ini sebesar 2,5 Trilyun atau naik 80 kali lipat dari tahun 2011 (setahun sebelum Jokowi dan Ahok terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI).

Kepuasan warga pada kondisi infrastruktur layanan publik juga sangat tinggi. Kondisi sekolah, jaringan listrik, rumah sakit, dan pelayanan di kantor pemerintahan seperti kelurahan mendapat penilaian positif dari hampir semua warga, di atas 90 persen.

Penilaian positif yang sangat tinggi juga terjadi pada infrastruktur pelayanan lainnya. Yang terendah adalah kelancaran transportasi, yakni 59 persen. Tapi angka ini juga semakin membaik, bila dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya, yaitu 55 persen. Persepsi positif yang tidak setinggi kondisi infrastruktur lain ini kemungkinan besar disebabkan oleh pembangunan yang memang sedang berjalan.

Salah satu pembangunan sarana dan prasarana transpotasi publik di DKI yang menyebabkan kemacetan adalah pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) koridor pertama dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia. Pembangunannya sudah sekitar 70 persen. Di perkirakan tahun depan sudah rampung. Jika koridor ini selesai, maka perjalanan dari Lebak Bulus ke Bundaran HI akan menyalami penyingkatan waktu yang sangat signifikan, dari 2 sampai 3 jam menjadi 30 menit.

Setelah koridor pertama selesai, pembangunan MRT akan dilanjutkan ke tahap kedua dengan rute Bundaran HI – Ancol. Kemudian tahap ketiga akan menempuh rute dari Cikarang (Bekasi) ke Balaraja (Tangerang). Bisa diprediksi tingkat kepuasan publik pada pelayanan transportasi juga akan meningkat seiring dengan selesainya proyek-proyek pembangunan infrastruktur transportasi tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s