Giring Terharu Melihat Rumah Susun

Giring Ganesha, personil group band Nidji, tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada konsep rumah susun. Siang tadi ia mengunjungi rumah susun Jatinegara Barat. Rumah susun ini menampung warga yang sebelumnya direlokasi dari bantaran sungai di Kampung Pulo.

Pada mulanya, Giring mengaku skeptis dengan program rumah susun. Selama ini, sejumlah orang menyatakan bahwa rumah susun tidak dikelola dengan baik dan cenderung menyengsarakan penghuninya. Kenyataannya berbeda dengan anggapan negative selama ini.

“Aku ke sana karena mau melihat langsung. Tadinya kirain aku bakal marah sama pemerintah, ternyata malah terharu,” ucap penyanyi Laskar Pelangi itu.

Di masa DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, program pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) memang menjadi salah satu prioritas. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi beberapa persoalan ibu kota sekaligus, yakni banjir, pemukiman kumuh, permintaan rumah yang terus meningkat, kemacetan, kesehatan dan pendidikan.

Salah satu persoalan tahunan yang terus mendera Jakarta adalah banjir. Solusi utama yang ditawarkan Ahok adalah normalisasi 13 sungai yang terus mengalami penyempitan akibat badan sungai diduduki. Dalam rangka mengembalikan lebar sungai menjadi 30 sampai 50 meter, warga yang tinggal di atasnya terpaksa direlokasi ke rumah-rumah susun yang tersedia.

Saat ini, program normalisasi sungai di Jakarta sudah mencapai 30 kilometer. Program ini secara langsung menjauhkan Jakarta dari banjir besar. Tahun 2013, ada 1,5 juta penduduk Jakarta mengungsi karena banjir. Angka ini mengalami penyusutan tajam menjadi hanya sekitar 280 orang pengungsi saja tahun lalu.

Dengan pelbagai fasilitas yang diberikan pada penghuni rumah susun, program ini sekaligus menyumbang pada sektor lain seperti kemacetan. Setiap penghuni Rusun digratiskan naik bus trans-Jakarta yang keluar-masuk rumah susun setiap saat. Artinya, melalui program rumah susun, ada ribuan warga DKI yang potensial menggunakan kendaraan publik seperti trans-Jakarta. Dan itu secara langsung akan mengurangi kemacetan di jalan-jalan ibu kota.

Peningkatan pendidikan dan kualitas kesehatan juga bisa tercapai karena rumah susun menjadi tempat hidup yang layak dan nyaman. Fasilitas pendidikan anak usia dini disediakan secara gratis. Demikian pula akses kesehatan.

Tidak heran jika kemudian Giring terhenyak menyaksikan bagaimana program rumah susun memanusiakan masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Dengan sewa 300 ribu rupiah per bulan, para penghuni rumah susun diberi fasilitas “perpustakaan gratis, dokter gigi gratis, kesehatan gratis, bus sekolah juga gratis,” ungkap penyanyi yang dulu terkenal dengan rambut ikalnya itu.

Dengan segala kerumitannya, Giring mengapresiasi pengurus rumah susun. Ia menegaskan “pengurus gedung perjuangannya luar biasa.”

Lebih jauh Giring menemukan bahwa ternyata sekarang kehidupan penghuni rumah susun semakin membaik. “Ada yang rumahnya dipakai untuk jualan,” ungkapnya.

“Tapi ada juga yang nggak mampu bayar karena sudah langsia. Dan tebak siapa yang melunasin? Uang pribadinya Ahok…” tegas Giring.

Sebelumnya dimuat Jakarta Asoy, 5 Januari 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s