Mimpi Ahok di Kepulauan Seribu

Menarik membicarakan perhatian Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama, pada Kepulauan Seribu. Wilayah ini lama tak tersentuh pembangunan. Penduduknya hanya sekitar 3 % dari total populasi DKI Jakarta. Dalam hitung-hitungan politik biasa, perhatian Ahok ke wilayah itu kurang memberi dampak elektoral secara langsung.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak memandang sebelah mata wilayah ini. Di sini yang berlaku bukan kalkulasi politik electoral biasa, tapi pembangunan Jakarta secara menyeluruh. Kepulauan Seribu adalah bagian integral dari provinsi ini, bahkan memegang peranan yang sangat krusial dalam sukses pembangunan Jakarta di masa depan. Ahok memiliki mimpi besar di Kepulauan Seribu.

Kepulauan Seribu adalah salah satu wilayah administratif DKI yang selama ini terpinggirkan dalam proses pembangunan dibandingkan dengan wilayah daratan. Sampai tahun 2013, Badan Pusat Statistik DKI mencatat 11,01% warga Kepulauan Seribu berada di bawah garis kemiskinan. Angka itu jauh di atas rata-rata angka penduduk miskin DKI yang berkisar 3,72% pada periode yang sama. Demikian halnya indikator lain seperti human development index yang menunjukkan wilayah kepulauan ini pada tahun 2015 berada di angka 68,84% jauh di bawah rata-rata DKI 78,99% pada tahun yang sama.

Sebagai bagian dari wilayah Ibu Kota, sebetulnya kepulauan seribu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama di bidang pariwisata dan perikanan. Dua potensi ini nampak belum tereksplorasi secara maksimal. Sektor pariwisata, misalnya, bertahun-tahun dikelola asal-asalan. Tidak ada promosi yang massif dan disengaja. Selain itu, pemeliharaan dan peningkatan mutu destinasi wisata tidak berkembang. Wilayah-wilayah lain yang potensial dibiarkan diam dan mati.

Persoalan ini ditangkap oleh pemerintah provinsi dengan melakukan intervensi langsung. Sejak tahun 2015, Ahok dan Djarot sudah mencanangkan pembangunan infrastruktur besar-besaran di Kepulauan Seribu. Pembangunan itu meliputi penyediaan air bersih, listrik, kebersihan, pelabuhan, bahkan bandar udara.

Infrastruktur transporasi mulai memperlihatkan titik terang. Dermaga Pluit, Green Bay dan Marina semakin berkualitas. Konektifitas Jakarta daratan dan Kepulauan semakin erat melalui pembangunan dan peningkatan kualitas pelabuhan penghubung ini.

Yang masih perlu terus ditingkatkan adalah konektifitas antar pulau. Untuk itu, beberapa pulau yang berdekatan, telah dimulai pembangunan jembatan penghubung, misalnya antara Pulau Untung Jawa dan Pramuka, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, dan melanjutkan pembangunan jembatan Cinta Pulau Tidung Besar ke Pulau Kelapa.

Konektifitas antar pulau akan memudahkan warga dan wisatawan melebarkan area kunjungan. Sementara itu, pemerintah juga berencana membangun jalan yang melingkari pulau.

Pembangunan infrastruktur utama yang massif diharapkan bisa menjadi pemicu atau penarik investor untuk masuk. Pemerintah provinsi DKI bahkan berencana membangun bandar udara di dua pulau. Bila itu terwujud, maka akses Kepulauan Seribu tidak hanya terbuka luas untuk Jakarta daratan tapi juga dunia. Letaknya yang strategis dan dekat dengan ibu kota akan membuat wilayah ini menjadi persinggahan tamasya utama warga ibu kota dan mancanegara.

Pada suatu kesempatan, Ahok menyatakan bahwa salah satu kendala yang dihadapi oleh kepulauan seribu adalah aturan KLB (koefisien nilai bangunan) yang berkisar 10 sampai 20 persen. Ini yang menimbulkan keraguan para investor untuk datang. Menurut Ahok, Kepulauan Seribu potensial menjadi destinasi wisata pantai seperti Maladewa (Maldives). Syaratnya, KLB ditingkatkan menjadi 30-40 persen seperti yang ada di Maladewa. Selain itu, pembangunan fasilitas wisata juga harus lebih fleksibel memanfaatkan pantai sampai ke laut.

Kemudahan akses dari dan ke dunia luar akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga. Setidaknya diversifikasi sumber income akan semakin lebar dan luas. Dalam beberapa tahun ini, tingkat pengangguran terbuka di Kepulauan Seribu menurun drastis dari 13,97% tahun 2012 menjadi 5,51% tahun 2015. Mungkin ini dampak positif dari pembangunan yang sedang berjalan.

Dimuat Jakarta Asoy, 12 Januari 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s