Ahok-Djarot Pilihan Perempuan Jakarta

Lapangan bola di RT 10/01, Jl. Benda, Ciganjur, Jagakarsa mendadak meriah pagi itu. Warga berdatangan dari empat kelurahan di Jakarta Selatan. Mereka antara lain berasal dari kelurahan Ciganjur, Srenseng Sawah, Cipedak dan Jagakarsa. Pagi itu mereka menggelar acara swadaya bernama ‘Lomba Senam Perempuan Antar-Kelurahan”.

Ada dua ratus lima puluh peserta yang hadir secara sukarela. Tujuan utama mereka satu, menegaskan pilihan pada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang terbukti telah melakukan kerja nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Nuraini, penanggung-jawab acara, secara tegas menyatakan bahwa acara itu bertujuan untuk “mengingatkan dan meyakinkan perempuan akan program kerakyatan yang sudah dilakukan dan akan terus dilakukan pasangan Ahok dan Djarot.”

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Happy Djarot itu berlangsung semarak dengan kostum peserta yang didominasi gambar Ahok dan Djarot. “Acara ini atas inisiatif relawan yang tergabung dalam Relawan Jakarta Kita,” tegas Nurani yang juga merupakan koordinator wilayah Selatan Jakarta Kita.

Dengan memakai kostum dan memasang atribut pasangan nomor dua, kegiatan ini sekaligus untuk membangkitkan keberanian warga untuk mengekspresikan pilihan politik mereka. Masing-masing individu memiliki hak yang sama untuk bersuara. Perempuan yang selama ini diabaikan dalam proses pengambilan kebijakan publik sudah saatnya mengambil peran.

Happy Djarot, dalam sambutannya, menekankan tentang posisi dan peran penting perempuan dalam Pilkada. Istri Djarot Saiful Hidayat itu menyatakan bahwa perempuan adalah penentu kemenangan dalam Pilkada. Peran perempuan dalam politik dan sosial sangat strategis. Karena itu, sangat dibutuhkan pemimpin yang terbukti bekerja untuk kepentingan perempuan. Ahok-Djarot adalah pilihan perempuan Jakarta.

Kampanye Kreatif

Lomba Senam Perempuan ini adalah satu dari serangkaian acara yang akan dilakukan oleh relawan-relawan Ahok-Djarot di seluruh Jakarta. Mereka bergerak secara independen dan sukarela melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi warga sekitar. Kegiatan-kegiatan yang dirancang antara lain adalah senam, bersih-bersih kampung, pengobatan dan konsultasi kesehatan gratis, dan lain-lain.

Bagi mereka, Pilkada ini bukan sekadar ritual lima tahunan untuk memilih pelayan warga, tapi juga sarana pendidikan politik. Mereka tegas menolak bentuk-bentuk kampanye yang tidak mendidik, seperti menyebarkan berita palsu atau saling fitnah. Mereka juga menolak mengotori Jakarta dengan spanduk dan stiker di pohon, tiang listrik dan fasilitas umum. Mereka memberi contoh kampanye kreatif yang melibatkan partisipasi langsung warga.

Inisiatif kampanye semacam ini nampak paralel dengan model kampanye yang dilakukan pasangan Ahok-Djarot selama ini. Kampanye di lorong-lorong kampung yang dilakukan Ahok dan Djarot, misalnya, bukan hanya digunakan untuk mempengaruhi hati pemilih, tapi juga mencari solusi kongkrit atas persoalan yang benar-benar nyata di masing-masing tempat. Demikian pula dengan dialog di Rumah Lembang yang sebetulnya merupakan tempat pengaduan bagi persoalan yang hidup di masyarakat.

Kampanye yang sekadar menebar janji yang tak realistis perlu ditanggalkan. Ahok-Djarot, Happy Djarot, Nuraini, dan ratusan perempuan yang berkumpul di Ciganjur itu sudah memberi contoh kampanye kreatif dan memberi manfaat. Semoga semakin banyak diikuti oleh tim kampanye pasangan manapun.

Dimuat Jakarta Asoy, 27 Januari 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s